Sensor Objek Warna dan
Penguat Beda
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah
Laboratorium Mekatronika
Disusun
oleh :
KELOMPOK
3
Ika
Lestari / EK-2D /
09
Lailatul
Septiani / EK-2D / 11
Rio Andika S.W / EK-2D / 17
Tommy
Haripin S / EK-2D / 20
PROGRAM
STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK
NEGERI SEMARANG
2016
Sensor Objek Warna dan Penguat Beda
1. Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Warna dapat didefinisikan secara
objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan atau secara
subjektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengliaatan. Warna
juga dapat didefinisikan sebagai spectrum tertentu yang terdapat di dalam
suatucahaya sempurna (berwarna putih). Identitas warna ditentukan oleh panjang
gelombang cahaya tersebut.
Bagi Kehidupan terutama manusia
warna adalah bagian penting. Karena dengan adanya warna, kita dapat membedakan
atau mendeteksi suatu benda dengan pengliatan kita yaitu mata. Sedangkan untuk
pabrik atau suatu industri juga membutuhkan suatu alat yang bisa membedakan
warna. Ini bertujuan untuk mempermudah produksi/aktivitas yang ada pada
industri.
Karena kemajuan teknologi yang
sangat pesat, maka ditemukan suatu teknologi instrumentasi yang dilengkapi
sensor salah satunya untuk mengenali atau mendeteksi warna. Teknologi ini
disebut sebagai sensor warna.
1.2 Rumusan
Masalah
Dalam
suatu rangkaian sensor objek berwarna dan penguat beda memiliki beberapa
rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimana
pengaruh perbedaan warna terhadap tegangan masukan positif (+) dan tegangan masukan negative (-) pada rangkaian
sensor terhadap media bola berwarna dan tegangan output pada
media mika ?
2. Bagaimana
pengaruh perbedaan warna terhadap tegangan keluaran rangkaian sensor berdasarkan perhitungan dan pengukuran ?
3. Bagaimana pengaruh perbedaan
intensitas warna dan jumlah
ketebalan mika terhadap tegangan
masukan dan tegangan keluaran rangkaian
sensor ?
4. Bagaimana
cara kerja sensor untuk
mendeteksi objek berwarna
?
1.3 Manfaat:
Dalam
rangkaian sensor objek
warna dan penguat beda memiliki manfaat, antara lain:
1. Untuk mengetahui rangkaian detektor objek warna dan
penguat beda.
2. Untuk mendeteksi
objek secara otomatis sesuai dengan perbedaan warna.
3. Untuk mengetahui
cara kerja sensor dalam mendeteksi warna.
4. Untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna terhadap tegangan masukan positif (+) dan tegangan masukan negative (-) pada rangkaian sensor terhadap media bola berwarna dan tegangan output pada media mika.
5. Untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna terhadap tegangan keluaran rangkaian
sensor berdasarkan perhitungan dan pengukuran.
6. Untuk mengetahui pengaruh
perbedaan intensitas warna dan jumlah
ketebalan mika terhadap tegangan
masukan dan tegangan keluaran rangkaian
sensor.
2.
Dasar Teori
2.1
Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor)
Light Dependent Resistor adalah
salah satu jenis resistor yang dapat mengalami perubahan resistansinya apabila mengalami perubahan
penerimaan cahaya. Besarnya nilai hambatan pada Sensor Cahaya LDR (Light Dependent
Resistor) tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR itu
sendiri. LDR sering disebut dengan alat atau sensor yang berupa resistor yang
peka terhadap cahaya. Biasanya LDR terbuat dari cadmium sulfida yaitu merupakan
bahan semikonduktor yang resistansnya berupah-ubah
menurut banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya. Resistansi LDR pada tempat
yang gelap biasanya mencapai sekitar 10
MΩ, dan ditempat terang
LDR mempunyai resistansi yang turun menjadi sekitar 150 Ω. Seperti halnya
resistor biasa.
Karakteristik
LDR terdiri dari dua macam yaitu Laju Recovery dan Respon Spektral sebagai berikut :
1. Laju Recovery Sensor Cahaya LDR
(Light Dependent Resistor)
Bila sebuah “Sensor Cahaya LDR
(Light Dependent Resistor)” dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan
cahaya tertentu ke dalam suatu ruangan yang gelap, maka bisa kita amati
bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan segera berubah resistansinya pada
keadaan ruangan gelap tersebut. Namun LDR tersebut hanya akan bisa mencapai
harga di kegelapan setelah mengalami selang waktu tertentu.
Laju recovery meru-pakan suatu ukuranpraktis dan suatu kenaikan nilai
resistansi dalam waktu tertentu. Harga iniditulis dalam K/detik, untuk LDR tipe
arus harganya lebih besar dari200K/detik(selama 20 menit pertama mulai dari
level cahaya 100 lux),kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arah
sebaliknya, yaitu pindah daritempat gelap ke tempat terang yang memerlukan
waktu kurang dari 10 ms untuk mencapai resistansi yang sesuai dengan level cahaya
400 lux.
2. Respon Spektral Sensor Cahaya LDR
(Light Dependent Resistor)
Sensor Cahaya LDR (Light Dependent
Resistor) tidak mempunyai sensitivitas yang sama
untuk setiap panjang gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna).
Bahan yang biasa digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitutembaga,
aluminium, baja, emas dan perak. Dari kelima bahan tersebuttembaga merupakan penghantar yang paling banyak,
digunakan karena mempunyai daya hantar yang baik.
·
Percobaan dengan
pingpong : VB < Vc
Keterangan: VB :
tegangan pada Bola Kuning
VC : tegangan
pada Bola Putih
3. Prosedur
3.1
Komponen
1. LED : 4
buah
2. LDR : 1 buah
3. R var 60k : 2 buah
4. IC op-amp : 1 buah
5. Resistor 100k : 1 buah
6. Resistor 10k : 2 buah
3.2 Bahan
1.
Plat PCB
2.
Ferychloride
3.
Tenol/Timah
3.3 Peralatan
1.
Solder.
2.
Bor.
3.
Multimer.
4.
Power Supply.
5.
Bola pingpong (putih dan kuning).
6.
Mika aneka warna (masing masing 4 warna).
7.
Plat PCB dilapisi sticker berwarna.
3.4 Langkah Kerja
3.4.1.
Membuat Rangkaian Sensor Cahaya
1.
Membuat rangkaian scematic sesuai rangkaian yang telah di rencanakan.
2.
Membuat desain layout PCB.
3.
Mencetak desain kemudian menyetrika desain pada papan PCB.
4.
Melarutkan PCB menggunakan campuran ferycloride dari air dengan perbandingan
1:1.
5.
Mengekor PCB sesuai tata letak komponen.
6.
Menyolder komponen sesuai tata letak komponen.
7.
Melakukan percobaan menggunakan rangkaian yang telah dibuat.
3.4.2. Pengukuran Sensor
1. Menyambungkan rangkaian pada sumber sesuai
tegangan yang dibutuhkan.
2.
Mengukur tegangan sensor dengan melepas IC-OP AMP, kemudian letakan bola
ping- pong kuning dan putih pada modul
sensor cahaya. Ukur tegangan pada Vt dan total hasil pengukuran pada tabel 1.
3. Letakkan mika warna (merah, kuning, hijau,
biru, ungu, dan orange) pada sensor cahaya.Ukur tegangan pada Vt dan catat
hasil pengukuran pada tabel 2.
4. Letakan papan warna rigit (merah, biru, putih)
pada modul sensor cahaya. Ukur tegangan pada Vt dan catat hasil pengukuran pada
tabel 3.
3.4.3. Pengukuran
Penguat Beda
1.
Menyambungkan rankaian pada sumber tegangan sesuai tegangan yang dibutuhkan.
2.
Mengukur penguat beda dengan memasang IC Op-Amp, Kemudian letakan bola
ping-pong kuning pada modul sensor cahaya. Ukur Vt, V-, dan Vo. Catat hasil
pengukuran pada tabel 4.
3. Atur Vo rangkaian menjadi 0,1 V, ukur V+ dan V- catat hasilnya pada
tabel.
4.
Letakkan bola ping-pong putih pada modul sensor cahaya. Ukur V+, V-, dan
Vo tanpa mengubah Vo awal = 0,1 v. Catat hasil pada tabel.
5. Lakukan langkah 2, 3, 4 pada objek mika dan
rigit. Catat hasil pengukuran pada tabel 5 dan 6.
4.
Hasil Pembahasan
4.1
Gambar Rangkaian
4.2
Hasil
A. Pengukuran sensor
Tabel 1 = Warna Bola
|
No
|
Warna Bola
|
V+
|
V-
|
Vo Pengukuran
|
Vo Perhitungan
|
|
1
|
Kosong
|
0,61
|
0,03
|
5,97
|
5,8
|
|
2
|
Kuning
|
1,36
|
0,04
|
10,25
|
13,2
|
|
3
|
Putih
|
0,79
|
0,03
|
7,76
|
7,6
|
Tabel 2 = warna
mika berlapis
|
No
|
Lapis
|
V+
(merah)
|
V+
(kuning)
|
V+
(hijau)
|
V+
(biru)
|
V+
(orange)
|
V+
(ungu)
|
|
1
|
1 lapis
|
0,55
|
0,59
|
0,65
|
0,65
|
0,56
|
0,54
|
|
2
|
2 lapis
|
0,63
|
0,77
|
0,72
|
0,72
|
0,65
|
0,62
|
|
3
|
3 lapis
|
0,67
|
0,87
|
0,78
|
0,85
|
0,7
|
0,65
|
|
4
|
4 lapis
|
0,68
|
1,01
|
0,8
|
0,88
|
0,77
|
0,66
|
4.3 Pembahasan
4.3.1 Pengukuran
Sensor
Cara kerja
sensor cahaya berdasarkan pengaturan VR dan
V LDR. Dengan pengaturan VR>VLDR. Di peroleh hasil = Ketika LDR mendapatkan
pantulan cahaya yang lebih banyak, hambatan LDR semakin kecil. Namun tegangan
yang dihasilkan pada titik V+ semakin besar.
Pengaruh perbedaan warna
terhadap tegangan masukan positif (+)
dan tegangan masukan negative (-) pada rangkaian sensor terhadap media bola berwarna dan tegangan output pada
media mika berpengaruh pada besarnya resistansi yang dihasilkan.
Pengaruh perbedaan warna
terhadap tegangan keluaran rangkaian sensor
berdasarkan Perhitungan
dan pengukuran yaitu terjadi pebedaan nilai pada V0 perhitungan dan pengukuran, akan tetapi pebedaannya
hanya sedikit. Pengaruh perbedaan intensitas warna dan
jumlah ketebalan mika
terhadap
tegangan masukan dan tegangan keluaran rangkaian
sensor yaitu semakin tebal lapisan mikanya maka V0 nya semakin besar.
4.3.2
Pengukuran
Penguat Beda
Dengan
menggunakan op-Amp untuk memperoleh V0 , diperoleh V0 dengan penguatan beda.
Proses pengukuran objek dengan warna yang berbeda memungkinkan tegangan input
OP- Amp sama. Sehingga perlu adanya pengaturan V0 sebesar 0,1 V dengan mengatur
Vr pada input inverting (Tegangan yang sama pada input op-Amp menghasilkan tegangan
sebesar 0 V)
5. Penutup
5.1 Kesimpulan
Dan percobaan
yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan:
1. Semakin terang warna benda maka tegangan yang
dihasilkan semakin besar hal ini dikarenakan
R var diset lebih besar dari R LDR.
2. Pada pengukuran dengan objek maka di dapatkan
semakin banyak lapisan yang diukur maka tegangan yang dihasilkan semakin besar,
artinya semakin pekat warna benda maka semakin besar pula tegangannya.
3. Untuk penguat beda. Saat tegangan masukan
keduannya sama besar, maka akan di dapat tegangan output mendekati 0 volt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar